Translate

Kamis, 29 Maret 2018

Legislator Tator : Penyerahan LKPJ Bupati Belum Diserahkan, Paling Lambat 30 Maret

TNO - Tator . Legislator Tana Toraja asal Fraksi PDIP, Luter Patasik menyesalkan belum diterimanya Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati 2017. Saat di temui di kantornya, Depan Plaza Kolam Makale. Rabu (28/3)

Menurutnya, sesuai aturan, paling lambat 90 hari sejak berakhirnya APBD 2017 sudah harus diterima DPRD. Masih Luter, hal ini akan membebani jadwal pembahasan, kalau molor diserahkan. "LKPJ Bupati sudah harus diserahkan paling lambat 3 bulan setelah berakhirnya TA 2017, sampai saat ini kegiatan masa sidang 1 belum ada pembahasan" ungkap Luter Patasik.

Sebagaimana diketahui, Beberapa waktu lalu, DPRD Tana Toraja gencar melakukan kunjungan kerja yang dibagi dalam 3 tim kerja untuk mendapatkan data lapangan terkait pelaksanaan APBD 2017.Pernyataan Anggota DPRD Tator asal Fraksi PDIP tersebut disorot pemerhati pemerintahan, sebut saja Agus Sampeliling, menurutnya yang dibutuhkan realitanya, bukan hanya komentar-komentar. "Yang dibutuhkan realita-realita, bukan hanya pernyataan,tidak ada gunanya. Sampaikan ini kepada  para anggota DPRD" kesalnya. (r1an)

Rabu, 14 Februari 2018

Usai Melantik 13 Pejabat Eselon II dan 15 Pejabat Eselon III, Bupati Tator : Saya Mengajak Kita Semua Untuk Satu Kendaraan

Ket. foto :Bupati Tator saat melantik, menggunakan pakian adat Toraja, diikuti semua yang dilantik
Tator-TNO. Mutasi menjadi sesuatu momentum yang dinanti-nanti bagi sebagian besar ASN, namun tidak jarang para ASN yang trauma dengan mutasi. Demikian pula yang terjadi di Pemkab Tana Toraja, mutasi yang dihadiri Wakil Bupati Tana Toraja Victor Datuan Batara, Plt. Sekda Tana Toraja DR. Ir. Samuel Tande Bura, MM, Pastor, Pendeta , Ustaz. Dan Beberapa OPD, bertempat di Ruang Pola Kantor Bupati Tana Toraja, Rabu (14/02) pkl. 16.00wita.

Nico dalam sambutannya mengatakan persoalan mutasi adalah persoalan perubahan, mutasi itu tidak jauh dengan yang namanya perubahan, dan oleh karena itu perubahan apapun yang terjadi pasti menimbulkan berbagai hal dan berbagai tafsiran.

Lanjut Nico, saya mengajak untuk kita satu kendaraan, kalau mau sampai ke tujuan pimpinan yang harus introspeksi diri sendiri, bahkan Bupati, Wakil Bupati, Sekda harus introspeksi diri sendiri.

"Saya mendorong pejabat yang baru dilantik ini untuk tetap bekerja bersama-sama dan saya mohon maaf bahwa saya bukan hanya butuh ketaatan, tapi saya butuh kepatutan, dan saya mulai bergerak dari Lembang/Lurah" tegas  Nico.

Dalam sambutannya, Mantan Kadis PU era Amping ini mengajak Aparat yang baru dilantiknya, dirinya butuh kearifan untuk kerja bersama-sama, dan hari ini  mudah-mudahan tidak ada ketersinggungan pergesekan di antara mutasi ini, karena sekali lagi saya katakan mutasi itu adalah wewenang pimpinan dalam penilaian kinerja staf. "Marimi kita sebagai pegawai negeri yang baik bahwa perputaran itu sangat dibutuhkan untuk mencapai tujuan kinerja" ajak Nico.

Dalam pelantikan tersebut, Pakiding Karaeng Baan S.H, MH, menjabat Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohanis Titting S.Pd, M.Min sebagai  Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia
Selanjutnya, Haris Paridi menduduki jabatan Kepala Dinas Pertanian,  sementara Anton Toding dipercaya menahkodai Dinas Pendidikan. Sedangkan Armi Lenggo menjadi Kepala Dinas Perhubungan.

Selanjutnya, Oktavina S. Rante Allo, M.Si, memegang jabatan Kepala dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah, Marianus Batara, SE sebagai Kepala Dinas Sosial.

Sementara, Joni Tonglo, SE, M.Si menjadi Kepala Badan Pendapatan Daerah, Yohanis Napan , SE dilantik sebagai Sekretaris DPRD Tana Toraja. Tupa Batara Randa S.Sos, MH dilantik Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Sumartin, SE M.Si dilantik Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpada Satu Pintu.

Eric Crystal Sa’pang Ranteallo, S.Pi sebagai Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga, sedangkan Yurinus Tangkelangi, SH, MH dilantik Kepala Dinas Perdayaan Masyarakat dan Lembang.

Selain itu, turut dilantik Pejabat Eselon III, Ir Marta Limbulangi Sampelino, M.Si selaku Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Emma Bassa S.Pt, M.Si menduduki jabatan baru Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Tana Toraja, Nirus Nikolas Sakke Palungan S.Sos, M.Si sebagai Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana Sekretariat Daerah Kabupaten Tana Toraja, Mendila Randa Bunga menjabat Sekretaris Dinas Sosial.

Lanjut, Aris Parinding selaku Camat Rantetayo, Andi Palloan menduduki Sekretaris Camat Sangalla Selatan. Hiskia Batika BA untuk Kepala Bidang Perindustrian Dinas Perdagangan dan Perindustrian.

Selanjutnya, Sumedi Pasorong, ST dilantik  sebagai Kepala Bagian Holtikultura Dinas Pertanian, Agnes Bitti sebagai Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup, Yohanis Rahman Ganepo dilantik Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian. Dan Agustinus Tuppak, SE, M.Si selaku Kepala bagian Hubungan Industrial dan jaringan sosial dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

Masih eselon III, Drs Semuel Rembon Toding dilantik Kepala Bidang Penanaman modal dinas Penanaman Modal dan pelayanan terpadu satu pintu. Sementqra Yahya Rahmadi dilantik Kepala Bidang Kepemudaan Dinas Pemuda dan Olahraga. Lanjut, Fahri Allo, ST sebagai Kepala Bidang Kearsipan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Krisrianti Paongan SH menjabat Sekretaris Camat Makale Utara. (FB)

Minggu, 11 Februari 2018

Direktur dan Pengelola Mangkir dari Undangan DPRD? Pimpinan DPRD Ungkap PANSUS !

Makale - TNO. Kemelut berkelanjutan di Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RS Lakipadada belum juga usai. Persoalan yang sudah berbulan-bulan ditangani Komisi 2 DPRD Tana Toraja buntu. Pasalnya, Manajemen BLUD RS Lakipadada mangkir dari Undangan DPRD Tana Toraja, Sabtu (11/2).
Wakil Ketua DPRD Tator - Kendek Rante di hadapan Perwakilan Perawat

Puluhan Solidaritas Perawat mendatangi DPRD Tana Toraja yang hendak mendengarkan tuntutan mereka akhirnya tidak menemukan jawaban. Perwakilan Solidaritas Perawat, Jeany, mengungkapkan perasaan para perawat yang tidak mendapatkan insentif seperti yang telah dibayarkan kepada Pengelola, Dewan Pengawas dan para dokter. Menurutnya, harus adala keadilan, dan sebisanya kami ini diberikan 50% dari yang diterimakan dokter umum. "Kami yang merawat, kami juga merasa berhat untuk mendapakan insentif, kami diintimidasi dengan telpon bahwa akan dimutasi" ujar perwakilan Solidaritas Perawat, disambut tepuk tangan.

Sebelumnya, Plt. Sekda Tana Toraja yang dikonfirmasi terkait diterbitkannya 11 SK mutasi di lingkup kerja BLUD RS Lakipadada, dirnya baru tahu setelah pertemuan dengan para Perwakilan Perawat. "Saya baru tahu kemarin (Jumat,10/2) makanya tidak ada paraf saya"jelas DR Semuel Tande Bura. Lanjutnya, ada prosedur dalam mutasi yang dikeluarkan BKPSDM (BKD dulunya,Red). "Harus ada penilaian kinerja dari Tim Penilai Kinerja, dan ada SOP yang berlaku" Plt. Sekda.

Menanggapi ketidak hadiran Menejemen BLUD RS Lakipadada, Kendek Rante menyesalkan hal tersebut. Dikatakannya. kami Lembaga Dewan, Undangan ditandatangani Ketua DPRD Tana Toraja Welem Sambolangi,SE, kami merasa diabaikan! "Karena ketidak hadiran Direktur (dr Safari), rapat ini tidak dapat dilanjutkan, padahal kami mencari solusi terbaik" kesalnya. Dirinya juga akan menyampaikan pada rapat pimpinan terkait ketidak hadiran direktur dan akan memanggil juga kepala BKPSDM untuk dimintai keterangan tentang SK Sakti (diantarkan ke rumah masing-masing penerima). "Kalau pimpinan Dewan menetapkan akan ada RDP,  kalau tidak dimungkinkan kami PANSUS-kan !, "tegas Wakil Ketua DPRD Tana Toraja.

Menimpali itu, Wakil Ketua Komisi 2, Pantan Ranteallo, menyayangkan ketidakhadiran direktur, menurutnya, kita akan panggil direktur. "Untuk berikutnya kita akan panggil, bukan diundang lagi"kesal Pantan Ranteallo. (r1an)

Jumat, 09 Februari 2018

Usai Aksi Mogok Solidaritas Perawat, Sebanyak 150-an SK Magang di Bagikan Direktur BLU RS Lakipadada

Aksi Mogok Solidaritas Perawat (dok.LSM LEKAT)
Tator-TNO. Berbagai polemik yang melanda menejemen Rumah Sakit Umum Daerah Lakipadada Tana Toraja tidak menyurutkan niat Direkturnya dalam menata Badan Layanan Umum (BLU) yang dipimpinnya sejak Mei 2017.

Setelah menerima aspirasi dari ratusan Solidaritas Perawat RS Lakipadada yang menuntut insentif yang tidak diberikan manejemen dan pembatalan SK mutasi terhadap belasan ASN di lingkup kerjanya, dr Safari Daniel Mangopo, Sp.B memberikan 150an SK Magang, Jumat (9/12).

Kegiatan penyerahan SK dihadiri langsung Kepala Badan Kepegawaian dan Pelatihan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Tana Toraja Damoris Sembiring di Ruang Pertemuan RS Lakipadada.

Dalam pengarahannya, Safari menegaskan kepatuhan dalam menjalankan tugas di bidang pelayanan. "Kesadaran dalam menjalankan tugas bukan oleh orang lain, tetapi dari dalam diri sendiri" ungkapnya.
Direktur RS Lakipadada dihadapan magang

Terkait masalah yang membelitnya terhadap tuntutan para perawat di lingkup tugasnya, Safari meminta kesadaran para perawat untuk mengedepankan pelayanan terhadap pasien. Dia juga mengaku kewalahan dengan tuntutan perawat yang tertalu tinggi. " Tahun 2017 memang dianggarkan untuk tenaga medis, dalam perubahan diubah menjadi tenaga dokter"jelas Safari. Dirinya juga menampik tudingan yang mengatakan ketidak-peduliannya terhadap keberadaan perawat. "Sejak Desember, saya sudah menyarankan untuk ketemu Bupati, karena Bupati sebagai pemilik rumah sakit" jelasnya. (FB)

Rabu, 07 Februari 2018

Rapat Koordinasi Kelanjutan Pembangunan Bandara Baru Buntu Kunik Disorot Warga

Ket. Foto : Ka Bandara Pongtiku - Alex Rudi Nainggolan (kanan)
TNO-Tator. Kelanjutan pembangunan Bandara Buntu Kunik (BBK) menemui titik terang, setelah mangkrak sekian lamanya. Hal ini dibuktikan dengan digelarnya Rapat Koordinasi Kelanjutan Pembangunan Bandara Baru Buntu Kunik, Rabu (7/2) pagi tadi di Heritage Hotel Toraja Utara.

Rapat Koordinasi (Rakor) tersebut diikuti Kepala Otoritas Bandar Udara Wil V Makassar, Bupati Tana Toraja, Wakil Bupati Tana Toraja, Dandim 1414/Tator. Juga ikut dalam pertemuan Ketua PN Makale, dan Kajari Makale. Sesuai undangan yang ditandatangani Ka Bandara Pongtiku, Alex Rudi Nainggolan, turut menghadirkan Bupati Toraja Utara, namun tidak tampak hadir begitupun wakilnya.

Salah satu hal krusial yang selama ini masih menjadi salah satu kendala kelanjutan Pembangunan BBK, Bupati mengungkapkan bahwa terkait pembebasan lahan tidak ada masalah lagi dan itu semua sudah dibayarkan. Pernyataan ini ditampik oleh Ir.Palagian Ranteallo mewakili para Pemenang terhadap Gugatan Lahan BBK. Menurutnya, nilai ganti rugi yang dibayarkan belum semuanya. "Kami masih menunggu niat baik dari Pemkab Tana Toraja membayarkan kepada kami, dari nilai yang sudah dibayarkan kepada pihak lain, itu salah bayar" tegasnya. Masih Palagian, mereka sudah berkoordinasi dengan Pengacara tentang hal tersebut dan kalau tidak dipenuhi, kembali akan melayangkan gugatan.

Dilain pihak, salah seorang dari perwakilan warga juga merasa heran dengan kegiatan yang dilakukan di hotel, bukan di Kantor Kecamatan atau bahkan di Lokasi BBK. Menurutnya (enggan disebut namanya), mereka harus juga mengetahui apa saj yang dibicarakan dan mewanti-wanti terhadap lahan yang belum dibebaskan jangan sampai masuk pengukuran untuk disertifikatkan.(FB)

Rabu, 25 Oktober 2017

PANGLIMA TNI RESMIKAN MUSEUM KEMANUNGGALAN TNI - RAKYAT DAN MESJID BESAR DARUSSALAM KABERE

TNO - ENREKANG, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo didampingi Kasad Jenderal TNI Mulyono, Marsma TNI Yuyu Sutisna, Brigjen TNI Gatot Triswanto, para Asisten panglima TNI, Kapuspen TNI, Pangdam XIV/Hsn Mayjen TNI Agus Surya Bakti, mendarat di lapangan sepakbola taulan Kabere, Kab. Enrekang, kamis (25/10/2017).
Kedatangan Panglima TNI Gatot Nurmantyo disambut langsung oleh Danrem 142/Tatag, Kolonel Inf Taufiq Shobri, Bupati Enrekang Drs. H. Muslimin Bando, Para Dandim Jajaran Korem 142/Tatag, Bupati Enrekang Dan/Kabalak ajukorem 142/Tatag, Serta Kapolres Enrekang.
Kedatangan Panglima TNI untuk Meresmikan Masjid Besar Darussalam Kabere, dilanjutkan sholat dhuhur berjamaah, Peresmian tersebut di tandai dengan pemotongan pita oleh Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, selain peresmian Masjid juga dilaksanakan peresmian baruga Pak Letnan yang diubah menjadi museum kemanungalan TNI-RAKYAT, bertempat di jalan poros makassar-toraja, persisnya Dusun kabere, Desa Taulan Kec. Cendana, Kab Enrekang. “Kekuatan TNI ada pada kemanungalan TNI dengan rakyat, karena rakyat adalah ibu kandung TNI, “Tutur Panglima TNI dalam sambutannya.
Salah satu warga Kabere, Irmayanti mengatakan Rasa bangganya sebagai masyarakat sulawesi selatan, khususnya warga kabere dan bersyukur bisa melihat langsung bapak panglima TNI penuh dengan wibawa, santun dan bermasyarakat .
Nampak hadir pula Irdam XIV/Hsn Kol. Kav Bueng Wardadi S.Ip .M.H, Aster Kasdam XIV/Hsn kol. Inf juniras lumban toruan, Kapendam XIV/Hsn kol. Inf Drs. Alamsyah, Waasintel Kasdam XIV/Hsn Letkol Inf Wirawan Eko Prasetyo, Waaslog Kasdam XIV/Hsn letkol Inf Erwin F. Barends, Danyonif 721/Makkasau Letkol Inf Mustamin. Para Forkopimda Kab. Enrekang, Kasi Ter Korem 142/Tatag, Para SKPD Kab. Enrekang, Para Tokoh Masyarakat, Agama dan Pemuda serta Tamu Undangan. (Penrem 142/Tatag)

SYL GUBERNUR SULSEL GEMILANG

SYL: GUBERNUR SULSEL GEMILANG
Oleh Aswar Hasan
Pada tahun 2011 bulan Oktober tanggal 19, Portal Online Harian Tribun Timur menulis berita bahwa Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, menerima penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (Muri) sebagai gubernur peraih penghargaan terbanyak dalam tiga tahun kepemimpinannya.
Pengumuman rekor MURI tersebut, dibacakan disela-sela upacara HUT ke-342 Provinsi Slawesi Selatan oleh Senior Manager MURI, Paulus Pangka. Rekor Syahrul ini tercatat dalam buku besar rekor MURI nomor 5142.
Menurut data penulis, Gubernur Syahrul Yasin Limpo (SYL) telah ditaburi kurang lebih 200  penghargaan. Tetapi yang paling mengejutkan diantaranya, adalah diraihnya penghargaan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) tujuh kali berturut-turut dengan klasifikasi Clear and Clean.
Ketika ditanya oleh wartawan apa tanggapannya atas seabrek penghargaan yang telah diterimanya itu, SYL dengan merendah, menjawab; " itu semua karena kerja keras segenap aparat di Pemprov  dan dukungan masyarakat Sulsel. Penghargaan tersebut, sesungguhnya dari dan untuk mereka juga."
Setidaknya, sebuah penghargaan, memiliki nilai fungsi dalam empat hal, yaitu: Pertama, memperkuat motivasi agar bekerja lebih berprestasi. Kedua, memberi label bahwa orang atau lembaga bersangkutan memiliki kemampuan lebih jika dibandingkan dengan lainnya. Ketiga, sebagai alat atau sarana untuk berkompetisi agar kerja tidak stagnan atau malah terdevaluasi. Keempat, sebagai bentuk apresiasi atas prestasi kerja.
Penghargaan itu, penting, sebagaimana halnya menghargai sebuah penghargaan. Maka dalam pada itu, menghargai prestasi SYL sebagai Gubernur berdasarkan sederet penghargaan yang telah diraihnya, adalah sebuah kewajaran dan kepantasan. Untuk itu, warga Sulsel patut berbangga. Karena itu adalah sebuah kegemilangan kepemimpinan pemimpinnya.
Di balik gelimang penghargaan tersebut, pasti ada gemilang pribadi dan karakter yang menjadi akar pemicu munculnya sejumlah penghargaan. Untuk itu, dalam tulisan pendek ini, penulis akan menganalisisnya dalam aspek studi komunikasi dan kepemimpinan dengan tujuan, mencari latar sebab atau penjelasan ilmiah atas prestasi kepemimpinan SYL sehingga ditaburi seabrek penghargaan.
Warren Bennis, profesor bidang manajemen di Universitas of Southern California Graduat School of Business Administration, melakukan penelitian selama empat tahun terhadap sembilan puluh pemimpin yang berhasil dengan berfokus pada kualitas yang menunjang keberhasilan mereka. Usia sampel penelitiannya antara 50 hingga 60 tahun. Bennis pun membedakan secara tajam antara pemimpin dan manajer. Menurutnya, pemimpin yang sukses itu, selalu melakukan sesuatu yang benar. Sementara manajer yang sukses, selalu melakukan sesuatu dengan benar.
Kita tentu pernah menemukan orang yang melakukan sesuatu dengan benar, namun tidak melakukan hal yang benar. Contohnya, adalah pejabat yang mengorupsi anggaran negara, secara rapih dan "benar," tanpa bisa tersentuh-dibuktikan- oleh aparat penegak hukum. Atau melaksanakan hasil kesepakatan atau perencanaan yang salah secara benar. Mereka ini bukan kategori pemimpin. Pemimpin, adalah orang yang selalu melakukan sesuatu yang benar, dengan cara yang benar, sehingga publik membenarkannya, dan mengakuinya.
Menurut Bennis, ada lima kualitas kepemimpinan yang berhasil, yaitu; Pertama, memiliki harga diri dan tahu mengukur kekuatan/potensi diri. Ia sangat mengetahui kemampuannya, dan tahu kapan dan dimana ia bisa memanfaatkan kemampuannya itu. Kata Bennis, dalam upayanya menjadi pemimpin yang unggul, sejak muda mereka sudah mengidentifikasi bidang kekuatan apa yang harus dikuasai dan mengasuhnya dengan baik. Mereka sangat mahir untuk menghitung kesesuaian antara apa yang mereka dapat lakukan dengan sangat baik dan untuk kebutuhan lembaga dimana mereka bekerja. Jika itu tidak sesuai, maka mereka tahu kapan harus berhenti. Mereka sangat puas dengan dirinya (percaya diri). Dan selalu merasa tidak perlu membuat kasus. Profesor Bennis pun menguncinya dengan kalimat; "kedengarannya, mereka terlalu berbangga diri, tetapi sebenarnya tidak. Indiv

FERRYANTO BELOPADANG, [25.10.17 18:38]
idu ini, sangat mengetahui kemampuannya dan ia memanfaatkannya."
Kedua, memiliki kemampuan untuk menerjemahkan niatnya (ambisinya) menjadi kenyataan dan mempertahankannya. Bennis menjelaskan, bahwa sebelum mereka menerjemahkan niatnya menjadi nyata, mereka terlebih dahulu menyatakannya secara meyakinkan agar menarik dan memotivasi pengikut. Pandangannya (niatnya) itu, disampaikan dengan meyakinkan, dengan kekuatan penetrasi yang kuat ke seluruh lapisan, sehingga membawa organisasi yang dipimpinnya ke level yang diinginkannya itu.
Ketiga, memiliki kemampuan mengkomunikasikan pandangannya, sehingga dengan mudah mendapatkan simpati dan pendukung. Dari ciri ketiga ini, kita bisa menebak bahwa yang bersangkutan pasti bisa dengan baik tampil di podium untuk berpidato tanpa persiapan konsep atau berbicara tanpa konsep. Ia pun piawai menuliskan ide-idenya. Ia seorang komunikator sekaligus orator yang ulung.
Keempat, ciri pemimpin unggul adalah juga karena mereka memiliki kemampuan dan kapasitas untuk memberi kuasa  (mendelegasikan) kepada kepada orang lain. Ia melipatgandakan energi dan kemampuannya demi mendapatkan hasil yang diinginkan melalui penciptaan lingkungan yang mendukungnya.
Kelima, pemimpin yang unggul adalah pemimpin yang memiliki kegigihan, konsistensi dan selalu fokus pada keinginannya. Sekali ia menyatakan keinginannya, pantang menyerah surut ke belakang, sebelum cita-citanya terwujud.
Dia juga pribadi yang konsisten dan bertanggung jawab memikul risiko, berani berbuat, juga berani menanggung akibatnya. Tidak lari dari tanggung jawab. Karakternya kuat dan tidak mudah goyah. Dalam mengejar cita-citanya, ia fokus dan tidak mudah terpengaruh dari hal-hal yang tidak ada hubungannya dengan target pencapaiannya.
Demikianlah lima faktor karakter ciri pemimpin unggul, berdasarkan hasil penelitian Profesor Warren Bennis selama empat tahun, terhadap 90 pemimpin dan eksekutif yang sukses.
Pertanyaannya kemudian, bagaimana halnya dengan model kepemimpinan Gubernur SYL jika dikaitkan dengan lima karakter pemimpin unggul menurut Profesor Bennis? Untuk mendapatkan jawaban yang akurat secara ilmiah -akademis-, tentu dibutuhkan penelitian lebih lanjut dengan menjadikan model kepemimpinan Gubernur SYL sebagai objek penelitian.
Namun, jika boleh penulis mengetengahkan sebuah hipotesis berdasarkan kriteria Prof. Bennis tersebut, maka boleh jadi seluruh ciri yang disebutkan oleh Bennis tersebut, juga terdapat pada diri Gubernur SYL. Bahkan, tidak mustahil muncul temuan yang merupakan tambahan ciri pemimpin unggul. Tidak percaya?  silakan teliti, dan buktikan.
----------------------------
*) Penulis adalah Dosen Departemen Komunikasi FISIP UNHAS
    Saat ini menjabat sebagai Ketua KIP Sulsel.