Translate

Rabu, 14 Februari 2018

Usai Melantik 13 Pejabat Eselon II dan 15 Pejabat Eselon III, Bupati Tator : Saya Mengajak Kita Semua Untuk Satu Kendaraan

Ket. foto :Bupati Tator saat melantik, menggunakan pakian adat Toraja, diikuti semua yang dilantik
Tator-TNO. Mutasi menjadi sesuatu momentum yang dinanti-nanti bagi sebagian besar ASN, namun tidak jarang para ASN yang trauma dengan mutasi. Demikian pula yang terjadi di Pemkab Tana Toraja, mutasi yang dihadiri Wakil Bupati Tana Toraja Victor Datuan Batara, Plt. Sekda Tana Toraja DR. Ir. Samuel Tande Bura, MM, Pastor, Pendeta , Ustaz. Dan Beberapa OPD, bertempat di Ruang Pola Kantor Bupati Tana Toraja, Rabu (14/02) pkl. 16.00wita.

Nico dalam sambutannya mengatakan persoalan mutasi adalah persoalan perubahan, mutasi itu tidak jauh dengan yang namanya perubahan, dan oleh karena itu perubahan apapun yang terjadi pasti menimbulkan berbagai hal dan berbagai tafsiran.

Lanjut Nico, saya mengajak untuk kita satu kendaraan, kalau mau sampai ke tujuan pimpinan yang harus introspeksi diri sendiri, bahkan Bupati, Wakil Bupati, Sekda harus introspeksi diri sendiri.

"Saya mendorong pejabat yang baru dilantik ini untuk tetap bekerja bersama-sama dan saya mohon maaf bahwa saya bukan hanya butuh ketaatan, tapi saya butuh kepatutan, dan saya mulai bergerak dari Lembang/Lurah" tegas  Nico.

Dalam sambutannya, Mantan Kadis PU era Amping ini mengajak Aparat yang baru dilantiknya, dirinya butuh kearifan untuk kerja bersama-sama, dan hari ini  mudah-mudahan tidak ada ketersinggungan pergesekan di antara mutasi ini, karena sekali lagi saya katakan mutasi itu adalah wewenang pimpinan dalam penilaian kinerja staf. "Marimi kita sebagai pegawai negeri yang baik bahwa perputaran itu sangat dibutuhkan untuk mencapai tujuan kinerja" ajak Nico.

Dalam pelantikan tersebut, Pakiding Karaeng Baan S.H, MH, menjabat Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohanis Titting S.Pd, M.Min sebagai  Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia
Selanjutnya, Haris Paridi menduduki jabatan Kepala Dinas Pertanian,  sementara Anton Toding dipercaya menahkodai Dinas Pendidikan. Sedangkan Armi Lenggo menjadi Kepala Dinas Perhubungan.

Selanjutnya, Oktavina S. Rante Allo, M.Si, memegang jabatan Kepala dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah, Marianus Batara, SE sebagai Kepala Dinas Sosial.

Sementara, Joni Tonglo, SE, M.Si menjadi Kepala Badan Pendapatan Daerah, Yohanis Napan , SE dilantik sebagai Sekretaris DPRD Tana Toraja. Tupa Batara Randa S.Sos, MH dilantik Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Sumartin, SE M.Si dilantik Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpada Satu Pintu.

Eric Crystal Sa’pang Ranteallo, S.Pi sebagai Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga, sedangkan Yurinus Tangkelangi, SH, MH dilantik Kepala Dinas Perdayaan Masyarakat dan Lembang.

Selain itu, turut dilantik Pejabat Eselon III, Ir Marta Limbulangi Sampelino, M.Si selaku Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Emma Bassa S.Pt, M.Si menduduki jabatan baru Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Tana Toraja, Nirus Nikolas Sakke Palungan S.Sos, M.Si sebagai Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana Sekretariat Daerah Kabupaten Tana Toraja, Mendila Randa Bunga menjabat Sekretaris Dinas Sosial.

Lanjut, Aris Parinding selaku Camat Rantetayo, Andi Palloan menduduki Sekretaris Camat Sangalla Selatan. Hiskia Batika BA untuk Kepala Bidang Perindustrian Dinas Perdagangan dan Perindustrian.

Selanjutnya, Sumedi Pasorong, ST dilantik  sebagai Kepala Bagian Holtikultura Dinas Pertanian, Agnes Bitti sebagai Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup, Yohanis Rahman Ganepo dilantik Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian. Dan Agustinus Tuppak, SE, M.Si selaku Kepala bagian Hubungan Industrial dan jaringan sosial dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

Masih eselon III, Drs Semuel Rembon Toding dilantik Kepala Bidang Penanaman modal dinas Penanaman Modal dan pelayanan terpadu satu pintu. Sementqra Yahya Rahmadi dilantik Kepala Bidang Kepemudaan Dinas Pemuda dan Olahraga. Lanjut, Fahri Allo, ST sebagai Kepala Bidang Kearsipan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Krisrianti Paongan SH menjabat Sekretaris Camat Makale Utara. (FB)

Minggu, 11 Februari 2018

Direktur dan Pengelola Mangkir dari Undangan DPRD? Pimpinan DPRD Ungkap PANSUS !

Makale - TNO. Kemelut berkelanjutan di Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RS Lakipadada belum juga usai. Persoalan yang sudah berbulan-bulan ditangani Komisi 2 DPRD Tana Toraja buntu. Pasalnya, Manajemen BLUD RS Lakipadada mangkir dari Undangan DPRD Tana Toraja, Sabtu (11/2).
Wakil Ketua DPRD Tator - Kendek Rante di hadapan Perwakilan Perawat

Puluhan Solidaritas Perawat mendatangi DPRD Tana Toraja yang hendak mendengarkan tuntutan mereka akhirnya tidak menemukan jawaban. Perwakilan Solidaritas Perawat, Jeany, mengungkapkan perasaan para perawat yang tidak mendapatkan insentif seperti yang telah dibayarkan kepada Pengelola, Dewan Pengawas dan para dokter. Menurutnya, harus adala keadilan, dan sebisanya kami ini diberikan 50% dari yang diterimakan dokter umum. "Kami yang merawat, kami juga merasa berhat untuk mendapakan insentif, kami diintimidasi dengan telpon bahwa akan dimutasi" ujar perwakilan Solidaritas Perawat, disambut tepuk tangan.

Sebelumnya, Plt. Sekda Tana Toraja yang dikonfirmasi terkait diterbitkannya 11 SK mutasi di lingkup kerja BLUD RS Lakipadada, dirnya baru tahu setelah pertemuan dengan para Perwakilan Perawat. "Saya baru tahu kemarin (Jumat,10/2) makanya tidak ada paraf saya"jelas DR Semuel Tande Bura. Lanjutnya, ada prosedur dalam mutasi yang dikeluarkan BKPSDM (BKD dulunya,Red). "Harus ada penilaian kinerja dari Tim Penilai Kinerja, dan ada SOP yang berlaku" Plt. Sekda.

Menanggapi ketidak hadiran Menejemen BLUD RS Lakipadada, Kendek Rante menyesalkan hal tersebut. Dikatakannya. kami Lembaga Dewan, Undangan ditandatangani Ketua DPRD Tana Toraja Welem Sambolangi,SE, kami merasa diabaikan! "Karena ketidak hadiran Direktur (dr Safari), rapat ini tidak dapat dilanjutkan, padahal kami mencari solusi terbaik" kesalnya. Dirinya juga akan menyampaikan pada rapat pimpinan terkait ketidak hadiran direktur dan akan memanggil juga kepala BKPSDM untuk dimintai keterangan tentang SK Sakti (diantarkan ke rumah masing-masing penerima). "Kalau pimpinan Dewan menetapkan akan ada RDP,  kalau tidak dimungkinkan kami PANSUS-kan !, "tegas Wakil Ketua DPRD Tana Toraja.

Menimpali itu, Wakil Ketua Komisi 2, Pantan Ranteallo, menyayangkan ketidakhadiran direktur, menurutnya, kita akan panggil direktur. "Untuk berikutnya kita akan panggil, bukan diundang lagi"kesal Pantan Ranteallo. (r1an)

Jumat, 09 Februari 2018

Usai Aksi Mogok Solidaritas Perawat, Sebanyak 150-an SK Magang di Bagikan Direktur BLU RS Lakipadada

Aksi Mogok Solidaritas Perawat (dok.LSM LEKAT)
Tator-TNO. Berbagai polemik yang melanda menejemen Rumah Sakit Umum Daerah Lakipadada Tana Toraja tidak menyurutkan niat Direkturnya dalam menata Badan Layanan Umum (BLU) yang dipimpinnya sejak Mei 2017.

Setelah menerima aspirasi dari ratusan Solidaritas Perawat RS Lakipadada yang menuntut insentif yang tidak diberikan manejemen dan pembatalan SK mutasi terhadap belasan ASN di lingkup kerjanya, dr Safari Daniel Mangopo, Sp.B memberikan 150an SK Magang, Jumat (9/12).

Kegiatan penyerahan SK dihadiri langsung Kepala Badan Kepegawaian dan Pelatihan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Tana Toraja Damoris Sembiring di Ruang Pertemuan RS Lakipadada.

Dalam pengarahannya, Safari menegaskan kepatuhan dalam menjalankan tugas di bidang pelayanan. "Kesadaran dalam menjalankan tugas bukan oleh orang lain, tetapi dari dalam diri sendiri" ungkapnya.
Direktur RS Lakipadada dihadapan magang

Terkait masalah yang membelitnya terhadap tuntutan para perawat di lingkup tugasnya, Safari meminta kesadaran para perawat untuk mengedepankan pelayanan terhadap pasien. Dia juga mengaku kewalahan dengan tuntutan perawat yang tertalu tinggi. " Tahun 2017 memang dianggarkan untuk tenaga medis, dalam perubahan diubah menjadi tenaga dokter"jelas Safari. Dirinya juga menampik tudingan yang mengatakan ketidak-peduliannya terhadap keberadaan perawat. "Sejak Desember, saya sudah menyarankan untuk ketemu Bupati, karena Bupati sebagai pemilik rumah sakit" jelasnya. (FB)

Rabu, 07 Februari 2018

Rapat Koordinasi Kelanjutan Pembangunan Bandara Baru Buntu Kunik Disorot Warga

Ket. Foto : Ka Bandara Pongtiku - Alex Rudi Nainggolan (kanan)
TNO-Tator. Kelanjutan pembangunan Bandara Buntu Kunik (BBK) menemui titik terang, setelah mangkrak sekian lamanya. Hal ini dibuktikan dengan digelarnya Rapat Koordinasi Kelanjutan Pembangunan Bandara Baru Buntu Kunik, Rabu (7/2) pagi tadi di Heritage Hotel Toraja Utara.

Rapat Koordinasi (Rakor) tersebut diikuti Kepala Otoritas Bandar Udara Wil V Makassar, Bupati Tana Toraja, Wakil Bupati Tana Toraja, Dandim 1414/Tator. Juga ikut dalam pertemuan Ketua PN Makale, dan Kajari Makale. Sesuai undangan yang ditandatangani Ka Bandara Pongtiku, Alex Rudi Nainggolan, turut menghadirkan Bupati Toraja Utara, namun tidak tampak hadir begitupun wakilnya.

Salah satu hal krusial yang selama ini masih menjadi salah satu kendala kelanjutan Pembangunan BBK, Bupati mengungkapkan bahwa terkait pembebasan lahan tidak ada masalah lagi dan itu semua sudah dibayarkan. Pernyataan ini ditampik oleh Ir.Palagian Ranteallo mewakili para Pemenang terhadap Gugatan Lahan BBK. Menurutnya, nilai ganti rugi yang dibayarkan belum semuanya. "Kami masih menunggu niat baik dari Pemkab Tana Toraja membayarkan kepada kami, dari nilai yang sudah dibayarkan kepada pihak lain, itu salah bayar" tegasnya. Masih Palagian, mereka sudah berkoordinasi dengan Pengacara tentang hal tersebut dan kalau tidak dipenuhi, kembali akan melayangkan gugatan.

Dilain pihak, salah seorang dari perwakilan warga juga merasa heran dengan kegiatan yang dilakukan di hotel, bukan di Kantor Kecamatan atau bahkan di Lokasi BBK. Menurutnya (enggan disebut namanya), mereka harus juga mengetahui apa saj yang dibicarakan dan mewanti-wanti terhadap lahan yang belum dibebaskan jangan sampai masuk pengukuran untuk disertifikatkan.(FB)